 | PGU | Dec 12, 2008 |

PAGUYUBAN GEMBALA UTAMA atau yang kemudian disingkat PGU diresmikan pada tanggal 27 Agustus 1983 dengan nama Yayasan Gembala Utama ( YGU ). Sejak tanggal 26 Juli 2002, YGU kemudian berganti nama menjadi Paguyuban Gembala Utama ( PGU ).
PGU merupakan salah satu mitra kerja Komisi Seminari KWI. Perhatian utama PGU adalah meningkatkan mutu sumber daya manusia Seminari, baik para seminaris maupun para pembinanya. Untuk itu, dukungan yang diberikan kepada Seminari adalah dalam bentuk pelatihan, lokakarya, maupun penyediaan sarana penunjang pendidikan. Selain itu, PGU juga mendedikasikan misinya untuk menjadi rekan seperjalanan para Imam dalam karya-karya imamat mereka.
Dengan karya ini, maka diharapkan kegembalaan Yesus Sang Gembala Utama selalu mewujud dalam sosok para imam yang berkualitas dan sesuai dengan tuntutan zamannya.
PGU juga menerima artikel-artikel tentang : - Berita kegiatan seminari dan alumni seluruh Indonesia (tidak terbatas hanya dari seminari tertentu saja) - Artikel-artikel tentang karya-karya kategorial para imam - Foto-foto perihal di atas. Materi-materi tersebut dapat anda kirimkan ke e-mail PGU : gembalautama@yahoo.com   | Cenaculum | Feb 21, 2009 |
 Th. Wiryawan, Ketua YPGU (Yayasan Paguyuban Gembala Utama) periode 2009-2012 menekankan 2 hal penting yang diharapkan menjadi jiwa Paguyuban Gembala Utama (PGU). Pertama , semangat berkobar yang dari awal sudah ditegaskan oleh para... more  | In Actione | Apr 1, 2009 |
 ROH ITU MASIH ADA Catatan Reportase Pertemuan Para Tokoh Kerasulan Awam (Mantan Seminari) Regio Jawa Tema : Partisipasi Gereja Katolik dalam Pembangunan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia Yogyakarta, 26-29 Maret 2009 (Hotel... more |  | Tegur Sapa | |
 | Mas mas yang ngurusi blog ini
Belum ada kabar dan foto dari muktamar di Kaliori Purwokerto Ayo siapa yang mau nulis dan upload fotonya biar makin dikenal PGU ini Meski sibuk toh akan ada yang nulis Selamat mempersiapkan Natal 2010 |
 | Rekans, PGU dan Lingkaran Sahabat Mgr Suharyo mengundang Anda untuk misa dan bincang-bincang dengan Mgr. Suharyo, sabtu 16 Oktober, jam 10.00-13.00. Tempat rumah A. Margana, Pondok Kelapa Permai Blok AN 6/12, Kalimalang, Jakarta Timur. Masuk ke kiri setelah Toyota/Depo Bangunan atau sebelum Mandiri Syariah, BNI, BCA Kalimalang. Tks. |
 | Melalui forum ini, saya hendak menampilkan teladan imamat yang meninggal dunia di Bandung Desember thn 2002 (maaf agak lupa tepatnya). Setelah 30 an tahun memimpin dan membesarkan Lembaga Pendidikan Santo Aloysius.
HENRICUS VAN IPEREN, OSC Rohaniwan- Gembala – Pendidik
Henricus van Iperen, nama yang 30 tahun membesarkan lembaga pendidikan St. Aloysius, Adalah pribadi yang harus dipandang secara multifacet.
Sebagai Rohaniwan Henricus van Iperen adalah seorang yang meditative, yang dapat diam begitu lama, bukan untuk tidur nyenyak, tapi berdoa. Ia pendoa, di saku bajunya selalu tersimpan rosarionya, yang ia gunakan kapanpun ia ada waktu buat berdoa. Penyerahan dirinya kepada Tuhan Yesus dan kepada Bunda Maria begitu kuat, nampak pada saat-saat akhir hidup, ketika berbaring di tempat tidurnya di rumah sakit, rosario selalu ada dalam genggamannya. Cobalah pergi bersamanya dalam satu kendaraan, kadang lama ia terdiam, menundukkan kepala … bukan tertidur, tetapi mulutnya komat-kamit …ia sedang berdoa. Tahun 1980an, ketika beliau masih berkarya di Katedral sebagai pastor pembantu, misa hariannya dimulai jam 05.00, dalam dingin yang mencekam ia berdiri di altar lama Katedral, dan mempersembahkan misa pribadinya dalam ritual “low mass” dari Tridentine liturgy, seluruhnya dalam bahasa latin. Ia akan sangat berduka cita dan kecewa, bila misa mingguan di aula sekolah St. Aloysius dibatalkan atau tertunda karena suatu hal, karena sebagai imam, perayaan ekaristi selalu menjadi puncak karya keimamannya.
Sebagai Gembala Pastor van Iperen adalah gembala yang baik, Gembala yang mengenal domba-dombanya, gembala yang berduka bila ada domba yang lepas dari kandang, gembala yang memberi perhatian terhadap apa saja yang dialami domba-domba yang ia kenal. Ia tidak pernah pilih umat kaya atau miskin, Walau ia sepenuhnya tahu lembaga pendidikan yang dipimpinnya terbangun menjadi sosok perkasa yang elitis dan sepertinya memarjinalkan yang miskin dan tak berpunya, tetapi banyak keputusannya memihak mereka yang tak mampu, sehingga dengan sedikit dana dapat menyekolahkan anak-anaknya di sekolah St. Aloysius. Ia menolak gagasan memagari tinggi-tinggi St. Aloysius di jln. Sultan Agung, karena tidak mau sekolah yang ia pimpin jauh dari masyarakat. Ia menolak lapangan sepakbola tertutup dan dikunci pada hari minggu, karena ia ingin siapapun dapat memanfaatkannya, walau yang memanfaatkannya bukan hanya murid-murid, kadang ada anak-anak dan anggota masyarakat dari luar lingkungan sekolah, ia bilang “mereka juga punya hak untuk tumbuh, untuk berlari, untuk sehat, karena merekapun anak-anak Tuhan kita”. Ia kenal semua staff nya, guru-gurunya, karyawan-karyawan sekolah, sedapat mungkin menyapa mereka, walau nampak bermuka “dingin” kadang ia dapat tersenyum manis kepada mereka yang telah membantu pekerjaannya, juga menertawakan hal-hal yang lucu. Ia menganggap berharga semua staff, guru-guru, karyawan-karyawan, dan amat senang bila dapat umumkan kejutan “kenaikan gaji”. Dan perhatian utamanya adalah murid-murid sekolah St. Aloysius, yang dengan kerinduan ditunggunya dalam setiap misa hari minggu dan hari raya yang ia persembahkan di aula St. Aloysius. Ia amat bangga bila misa penuh dihadiri murid-murid, dan amat bahagia ketika berkesempatan membaptis murid-murid sekolahnya menjadi warga Gereja dan pengikut Kristus.
Sebagai Pendidik Pastor van Iperen adalah pendidik yang … Ing arso sung tulodo, di depan memberi teladan, teladan dalam ethos kerja, teladan dalam disiplin kerja, teladan dalam kewibawaan karena tiada seorang dapat membantah apa yang ia tegaskan dan memang baik dijalankan. Ing madyo mangun karso, dari tengah-tengah kawanan yang ia pimpin, Pastor van Iperen adalah motivator, selalu memberi kepercayaan dan tugas-tugas, yang sering sulit masuk akal, tetapi dengan tegas ia akan bertanya kepada yang ditugaskan “Sanggup menerima tantangan ini?” dan kalimat sederhana itu akan memicu orang untuk melaksanakan tugasnya dengan hasil maksimal. Ia ada di mana-mana, muncul tiba-tiba di pintu kelas untuk melihat-lihat suasana KBM, menanyai guru-guru tentang kemajuan mengajarnya, selalu bertanya kepada para kepala sekolah dan staffnya tentang apa saja yang dibutuhkan supaya sekolah lebih maju. Ia muncul di gudang, di kamar kecil yang kotor, di lapangan olah-raga, semua untuk melihat, mengontrol, mengawasi, memastikan semua beres. Dan di dalam kunjungan-kunjungan dadakan ia beri komentar-komentar yang membuat siapapun harus refleksi, misalnya: “SD sekarang aneh … anak-anaknya jarang menyanyi, … guru-gurunya kurang mendongeng, yang ada hanya berhitung-berhitung, dan berhitung!” Dan karyanya yang paling ia banggakan adalah membangun Wisma P4 di Gambung, ia mau murid-murid Aloysius dilengkapi bukan hanya sisi intelektualnya, tetapi juga kepribadiannya. Dengan ketat ia selalu mengikuti dan meminta laporan mengenai kemajuan program-program pendidikan ilmu hidup di sana. Acapkali membuat kalang-kabut bawahannya, tetapi dengan senyumnya, ia memastikan bahwa semua yang telah dikerjakan anak buahnya telah dilaksanakan dengan baik.
Tut Wuri Handayani, pastor van Iperen selalu ikuti bawahannya dengan bimbingan yang penuh, nasihat, teguran, saran, kemarahannya, semua untuk kebaikan, semua untuk kemajuan.
Ada begitu banyak cerita yang menjadi bukti dari semua uraian di atas, tetapi pastor van Iperen adalah jiwa yang nyata dari semangat St. Aloysius. Jasadnya telah terkubur, tetapi semoga semua rencananya, prestasi kerjanya, ide-idenya, semangatnya, tidak terkubur selama-lamanya, melainkan bisa dihidupkan kembali oleh generasi-generasi baru di sekolah Aloysius.
Catatan: Puluhan angkatan di sekolah yang populer bernama "TOP" pasti mengenal sosok ini. Di tangannya, TOP mencapai puncak kejayaannya. Jika di masa kini oknum-oknum tertentu merasa bahwa sekolah St. Aloysius di Bandung menjadi besar karena upaya mereka, maka semua itu kebohongan. Tokoh Romo Henricus van Iperen adalah pahlawan "dalam keheningan" semua prestasi yang setidaknya membuat sekolah St. Aloysius - Bandung memiliki nama besar, setidaknya hingga thn 2004. Kini yang ada hanya tembok-tembok kokoh, prestasi dan keharuman nama sudah lama hilang. Semoga Romo van Iperen tidak menjadi prihatin atas keadaan ini.
|
 | Hallo PAGUYUBAN GEMBALA UTAMA Saya ingin mengajak yang terkasih para romo/ pater, juga para seminaris untuk mendukung MOTU PROPRIO dari Bapa Suci Benedictus XVI yang membebaskan kembali kekangan pada penyelenggaraan kembali MISA TRIDENTINE. Bisa tengok http://sciocuicredidi.multiply.comJuga bisa tengok http://damienthorne.blogspot.comDua site itu saya buat dan saya rencanakan untuk membahas berbagai issue, termasuk mempromosikan kembali KETERTIBAN SEJATI dalam bidang liturgi, khususnya liturgi misa. Sambil berkenalan, semoga melalui forum ini, Gereja di Indonesia makin mau dekat dengan tata-0tertib liturgi yang benar. Pax vobiscum MAHENDRA |
 | yakin bahwa PGU makin mengIndonesia |
 | Slamat bertugas dhimas, doa kami menyertai.... |
 | Mas Damar, Terima kasih, saya pasti butuh bantuan anda untuk ikut membantu mengelola beberapa media komunikasi yang akan dilaunch oleh PGU ini. Tks.
Regards, MGJ-Admin PGU |
 | Mampir... Senang dan terus mendukung upaya PGU.
mas Mamiek, selamat berjuang di PGU. |
 | Teman-teman Ytk., salam berbagi lima roti dan dua ikan. Seneng deh Natalan, karena Tuhan beserta kita. Ia berada, dan sedia berbagi hidup demi keselamatan seluruh dunia. God bless you always, |
 | Selamat Natal dan Tahun baru juga untuk seluruh Mitra Kerja dan Sahabat Gembala Utama. Semoga di waktu-waktu selanjutnya, kita semakin mampu bersinergi bukan hanya dalam mengembangkan dan mengaktualisasikan diri kita masing-masing, tetapi juga semakin mempunyai tenaga untuk terus berbagi dengan sesama. Lima Roti dan Dua Ikan. Salam. MGJ-Admin PGU, |
  | Links | |
      |  |   | Galeri Foto | Apr 1, 2009 |
ROH ITU MASIH ADA, Jogya 26-29 Maret 2009 37 Photos, 1 comment
Forum Cripingan 10 Photos, 1 comment
Audiensi Pengurus PGU dengan Vikjen KAJ 9 Photos, 2 comments
Into Emaus 4 Photos, 1 comment
|
     |
| |